April01

Direktorat Penjaminan Mutu Latih Penyusunan Dokumen SPMI di Bangka

     Sesuai amanat Undang-Undang No.12 Th. 2012 tentang Pendidikan Tinggi Bab III Penjaminan Mutu khususnya pada pasal 52 dan 53 ayat (4) disampaikan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi (PT). Maka dalam rangka percepatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu melatih perguruan tinggi untuk menyusun dokumen SPMI. Pelatihan penyusunan dokumen SPMI antara lain menyusun dokumen Kebijakan SPMI, dokumen Standar dan Manual SPMI, serta penyusunan formulir SPMI.

    Pelatihan menyusun dokumen SPMI dilaksanakan dalam Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Pangkal Pinang, 30 Maret - 1 April 2017. Hadir dalam acara ini Kasubdit Penguatan Mutu, Antari W Mawarti; Kasi Peningkatan Mutu, Octa Nugroho, dan Kasi Revitalisasi Program, Masluhin Hajaz. Acara juga dihadiri oleh Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr. Ir. Muh. Yusuf, M.Si. dan Direktur Politeknik Manufaktur Bangka, Sugeng Ariyanto, Ph.D.

    Lokakarya diawali sambutan dari Kasubdit Penguatan Mutu, Antari W Mawarti mewakili Direktur Penjaminan Mutu. Dalam sambutannya, Antari W Mawarti mengatakan bahwa pelatihan akan diawali dengan sekilas tentang Kebijakan SPMI Dikti dan SPMI agar peserta bisa mengingat kembali materi sosialisasi sebelumnya karena pada pelatihan kali ini akan difokuskan pada pelatihan penyusunan dokumen SPMI. Antari mengharapkan agar peserta menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menyusun dokumen SPMI masing-masing perguruan tinggi dan tidak mensia-siakan waktu. Saya berharap agar para peserta bisa membawa dokumen SPMI setelah selesai pelatihan ini, jaga kesehatan mengingat padatnya kegiatan dan keterbatasan waktu yang ada, harap Antari.

Dalam kesempatan ini, Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka Lokakarya. Dalam sambutannya disampaikan antara lain mengatakan bahwa UBB memiliki 13 prodi dengan 6 prodi terakreditasi B. Dengan pelatihan ini UBB optimis untuk naik akreditasinya, tegas Yusuf.

    Lokakarya dilangsungkan selama tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar SPMI, dan Dokumen Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam dua kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI, dan setiap 4 orang membentuk kelompok belajar untuk berdiskusi menyusun dokumen SPMI. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya di hadapan peserta dan fasilitator pusat untuk mendapatkan masukan dan perbaikan. Di Akhir program, semua dokumen hasil latihan di-share untuk semua peserta dengan harapan masing-masing PT sudah memiliki draf dokumen SPMI untuk disesuaikan dengan masing-masing kondisi PT. Harapan besar direktorat Penjaminan Mutu adalah hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan di Perguruan Tinggi masing-masing.

     Lokarya diikuti 68 peserta dari tiga institusi yaitu Universitas Bangka Belitung 40 orang, Universitas Negeri Gorontalo empat orang, dan Politeknik Manufaktur Bangka 24 orang.(haz/penjamu)

Berita Lainnya