September01

MENTERI RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI RESMIKAN KLINIK SPMI

Surakarta Belmawa.  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah meresmikan (launching) Klinik Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam acara Workshop Membangun Budaya Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia (9-8/2016).  Acara  yang diselenggarakan di sebuah hotel di Surakarta ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-21 yang pada tahun 2016 dilaksanakan di Surakarta, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Menristekdikti, M. Nasir menyampaikan bahwa membangun pendidikan tinggi yang bermutu dan menguatkan perguruan tinggi (PT) yang berkualitas merupakan tantangan bagi kita semua. Pada awalnya akan ditertibkan dari segi administrasi, akan dipilah PT yang layak berkembang akan semakin ditingkatkan dan PT yang tidak layak akan dihentikan. Tahun 2016 merupakan usaha kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi agar kita dapat bersaing di dunia karena kita menghadapi Asian Economy Community (AEC), yang sangat penting kita perhatikan dalam AEC ini adalah free flow of goods and services, yaitu arus bebas barang dan jasa termasuk di dalamnya adalah pendidikan tinggi. Oleh karena itu, yang harus kita perhatikan adalah kemungkinan ke depan akan banyak PT asing akan masuk ke Indonesia, demikian pula sebaliknya kita juga bisa datang ke luar negeri.

Disampaikan pula bahwa untuk itu kualitas pendidikan tinggi di Indonesia harus mendapatkan peringkat sehingga dapat berkompetisi di kancah internasional. Selanjutnya, Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) akan menilai PT, dan mendorong agar PT semakin meningkat akreditasinya, sehingga PT yang nilainya C harus menjadi B, B menjadi A, dan A harus terus meningkatkan diri untuk menjadi perguruan tinggi berkelas dunia.

Untuk itu, salah satu kebijakan yang dilakukan oleh Direktorat Penjaminan Mutu, Ditjen Belmawa dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan tinggi adalah dengan menyelenggarakan Klinik SPMI. Klinik SPMI ini merupakan layanan untuk masyarakat, khususnya entitas PT agar lebih memahami SPMI dan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti), serta yang lebih penting lagi adalah meningkatkan kesadaran untuk membangun budaya mutu.

Klinik SPMI memberikan layanan informasi berupa Frequently Asked Questions (FAQ) melalui sarana online maupun offline dan interaktif tentang bagaimana membangun budaya mutu di PT, serta memberikan usulan solusi yang efektif terhadap segala tantangan yang dihadapi dalam mengakar budaya mutu pendidikan tinggi. Sejumlah 14 fasilitator pusat dan 200 fasilitator wilayah yang akan memberikan layanan Klinik SPMI. Penerimaan layanan Klinik SPMI cukup komprehensif, meliputi pengelola perguruan tinggi, dosen, mahasiswa hingga masyarakat umum.(Susis/MG/Editor/HKLI)

Berita Lainnya