Pertanyaan :

Berdasarkan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015, dapatkah SNPT diterapkan secara langsung sekarang?

SNPT yang terdapat dalam Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 dapat diterapkan secara langsung sekarang, malah lebih cepat lebih bagus. Hanya saja perlu melihat kondisi mahasiswa, karena menurut Bab 6, pasal 66 ayat c peraturan tsb, penyesuaian terhadap aturan tersebut paling lama 2 tahun, atau paling lambat Desember 2017.

Dapatkah penetapan butir-butir standar dalam SNPT memasukan butir-butir dari standar BAN-PT?

Penetapan butir-butir standar dalam SNPT dapat memasukan butir-butir dari standar BAN-PT agar terjadi kesinambungan dengan SPME.

Dapatkah standar BAN-PT dijadikan standar internal PT?

Standar BAN-PT dapat dijadikan standar internal PT, namun dalam dokumennya tidak boleh menyebutkan standar BAN-PT, dan sebaiknya disisipkan atau disebutkan juga standar-standar internal sesuai visi misi perguruan tingginya atau prodinya.

Bagaimana kriteria standar internal PT agar akreditasinya bisa A atau minimal B ?

Kriteria standar PT agar dapat mendapat akreditasi yang baik atau unggul (B atau A) sebaiknya standar internal perguruan tinggi juga memasukan butir-butir dari standar BAN-PT yang nilainya 4 (empat), (sementara sebelum standar BAN-PT sama dengan SN Dikti), sehingga standar perguruan tinggi melampaui SN Dikti baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Apakah jika sudah menerapkan SN Dikti akreditasinya dapat A?

Penerapan SN Dikti di PT-nya belum tentu mendapatkan akreditasi A, kecuali SN PT-nya melampaui SN Dikti dan memasukan standar-standar BAN-PT dengan nilai 4 (empat).

Dapatkah diterapkan atau adakah hubungan antara SN Dikti dan standard ISO?

SN Dikti adalah bagian dari sistem penjaminan mutu internal, ISO juga merupakan sistem dalam penjaminan mutu di PT, oleh karena itu SN Dikti harus menjadi bagian dalam sistem ISO. Klausul yang ada di dalam ISO ditambahkan standar standar dari SN Dikti/ SN PT-nya sehingga ISO dan SN Dikti menjadi satu kesatuan dan saling melengkapi, namun apabila PT sudah melaksanakan SPMI tidak perlu menggunakan ISO lagi.

Apakah ISO itu menjadi wajib dalam sistem penjaminan mutu di PT?

ISO tidak wajib dalam sistem penjaminan mutu di PT, tetapi jika sudah ada akan sangat membantu dalam pelaksanaan sistem penjaminan mutu di PT, terutama untuk kelengkapan dokumen dan evaluasi mutu.

Dalam standar BAN- PT, ada butir-butir yang tidak dapat dimasukan ke dalam SNPT, dapatkah PT membuat standar tambahan yang berbeda dengan SN Dikti yang jumlahnya 24 standar?

PT dapat membuat standar tambahan yang berbeda dengan SN Dikti, karena dalam prinsip PPEPP, standar dapat melampaui SN Dikti (SN Dikti adalah standar minimum), baik kwantitas maupun kualitas.

Setelah mendapatkan akreditasi A karena standar internalnya telah melampaui SN Dikti, sudah selesaikah pekerjaan program studi itu dalam meningkatkan nilai akrediatasinya?

Program studi tidak boleh berhenti untuk terus meningkatkan mutu, jika mungkin sampai standar internasional dan terus dipelihara dan ditingkatkan mutunya.