Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch Kedua di Bandar Lampung

Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch Kedua di Bandar Lampung

berita

Melanjutkan upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu melaksanakan Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI batch kedua di Bandar Lampung pada 9-11 April 2018. Hadir dalam lokakarya antara lain Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz dan Kasi Peningkatan Mutu; Octa Nugroho; fasilitator SPMI antara lain Tirza Hanum, Siti Herlinda, Hisar Sirait, Desiana Vidayanti, Emma Hermawati, dan Nan Rahminawati.

Lokakarya diikuti 78 peserta dari 26 perguruan tinggi di sekitar Sumatera bagian selatan dan beberapa dari perguruan tinggi dari Jakarta,  masing-masing perguruan tinggi mengirimkan  ketua penjaminan mutu dan kepala prodinya. Akademi Keperawatan Andalusia Jakarta, Akademi Keperawatan Bina Insani Sakti, Akademi Keperawatan Pangkalpinang, Akademi Komunikasi Media Radio dan TV Jakarta, Akademi Maritim Sapta Samudra, Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin, Akademi Keperawatan Dharma Wacana, AKPER Dharma Wacana Metro, Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya, Politeknik Akamigas Palembang, Politeknik ATI Padang, Politeknik Darussalam, Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung, IAIN Kerinci, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara, STIKES Aisyah Pringsewu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binawan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jayakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Profesi Indonesia, Sekolah Tinggi Manajemen Resiko Dan Asuransi, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional, Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwi Sakti Baturaja, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim, STIKES Bhakti Pertiwi Indonesia, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Adiguna, STIKES Perintis Padang, STIKES Perintis Padang, STIKES Yarsi Sumatera Barat, STISIP Bina Marta, STISIP Nurdin Hamzah, STISIPOL Candradimuka, STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, STKIP Tunas Palapa, STMIK Palcomtech, Universitas Adiwangsa Jambi, Universitas Dharmas Indonesia, Universitas IBA, Universitas Lampung, Universitas Malahayati, Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Universitas Muara Bungo, Universitas Tridinanti, Universitas Saburai,  dan STIKES Perintis Padang.

Lokakarya diawali laporan pelaksanaan kegiatan  sekaligus pembukaan oleh Kasubdit Penguatan Mutu,  Masluhin Hajaz, “Terdaftar 90 peserta  yang mendaftar online namun ada beberapa orang yang berhalangan, jadi yang hadir 77 peserta. Perguruan tinggi berasal dari wilayah sumatera bagian selatan dan beberapa dari Jakarta yang tidak terundang di batch pertama di Jakarta,” lapor Kasubdit Penguatam Mutu.

“Kita membutuhkan perguruan tinggi yang bermutu  untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing dalam menghadapai era psaingan global saat ini. Perguruan tinggi dan prodi yang masih terakreditasi C siap-siap tutup karena ditinggalkan mahasiswanya,” ujar Masluhin. “Oleh karena itu Bapak Ibu yang kali ini hadir agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan karena institusi Bapak Ibu sedang menunggu hasil pelatihan ini dan Bapak Ibu sekalian adalah ujung tombak untuk meningkatkan mutu prodi dan perguruan tingginya,” harap Kasubdit Penguatan Mutu.

 

Agenda kegiatan lokakarta dilanjutkan dengan paparan Program dan Kegiatan Direktorat Penjaminan Mutu 2018 oleh Kasubdit Penguatan Mutu. Dalam paparannya, Masluhin mengatakan bahwa terlihat trend positif  peningkatan mutu prodi dari tahun 2015 sampai Maret 2018, prodi dengan akreditasi A dan B semakin meningkat dan sebaliknya prodi dengan akreditasi C semakin menurun. Ini artinya intervensi yang dilakukan Direktorat Penjaminan Mutu sudah berjalan di track yang benar dan kerja bersama tim penjaminan mutu dan para fasilitator SPMI memperlihatkan hasil yang menggembirakan.

Lokakarya berlangsung tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar yang digunakan SPMI, dan Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam tiga kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI. Kelas A sebanyak 25 orang didampingi fasilitator Desiana Vidayanti dan Siti Herlinda, kelas B sebanyak 29 orang didampingi fasilitator Tirza Hanum dan Emma Hermawati Muhari, dan kelas C sebanyak 23 didampingi fasilitator Hisar Sirait dan Nan Rahminawati.

Setiap PT membentuk kelompok belajar untuk berdiskusi menyusun dokumen SPMI. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya di hadapan peserta dan fasilitator untuk mendapatkan masukan dan perbaikan.
Di akhir program, semua dokumen hasil latihan di-share untuk semua peserta dengan harapan masing-masing PT sudah memiliki draf dokumen SPMI untuk disesuaikan dengan masing-masing kondisi PT.  Direktorat Penjaminan Mutu akan melakukan monitoring dan evaluasi implementasi SPMI di PT peserta, peserta yang sukses melaksanakan diseminasi SPMI dan implementasi SPMI di PT-nya akan diikutkan dalam Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI) di tahun beriktunya. (haz/penjamu)

Audit Mutu Internal (AMI) Diperlukan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi

Audit Mutu Internal (AMI) Diperlukan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi

berita

Direktorat Penjaminan Mutu terus berupaya meningkatkan mutu Pendidikan tinggi, salah satu kegiatan untuk menunjang tercapainya budaya mutu adalah melalui Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI). AMI merupakan proses evaluasi akademik untuk mengetahui ketercapaian terhadap standar yang telah di tetapkan.

Lokakarya AMI batch pertama tahun 2018 dimulai dari Jakarta pada tanggal 3-5 April 2018. Lokakarya diikuti 82 peserta dari 34 perguruan tinggi dan 3 orang peserta dari Pusdiklat Kemenristekdkti yang dibagi dalam 3 kelas. Peserta antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Mercubuana, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Podomoro, Universitas Sahid, Universitas Sahid, Politeknik Media  Kreatif Jakarta, Politeknik Negeri Cilacap, Universitas Negeri Manado, Universitas Pasundan, Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin, Politeknik Negeri Media Kreatif, Politeknik Hasnur Banjarmasin, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Universitas Islam Malang, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Jember, Politeknik Unggulan Kalimantan Banjarmasin, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Mercu Buana, Universitas Kristen Duta Wacana, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Gajah Mada, Universitas Katolik Atma Jaya, Pusdiklat Kemenristekdikti, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Padjadjaran, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Indramayu, Universitas Negeri Jakarta, UPN Veteran Jakarta, dan Pusdiklat Kemenristekdikti.

Hadir dalam lokakarya antara lain Direktur Penjaminan Mutu, Aris Juanidi; Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz; Kasi Peningkatan Mutu, Octa Nugroho ; staf Subdit Penguatan Mutu, dan para fasilitator Tim Pengembang SPMI antara lain Prof. Kusminarto, Prof. Hartanto Nugroho, Dr. Gentur Sutapa, Dr. Retno Indrati, Dr. Aris Dwi Atmoko, dan Lisye Fitria, M.T.

Lokakarya dibuka oleh Direktur Penjaminan Mutu, Aris Junaidi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peran auditor sangat penting dalam menunjang implementasi SPMI, hasil temuan atau rekomendasi dari auditor diharapkan dapat di gunakan untuk memperbaiki kekurangan selama ini sehingga terbangun prinsip kaizen atau perbaikan kualitas secara berkelanjutan (CQI) oleh karena itu, peserta lokakarya betul betul harus mengikuti lokakarya dengan baik dan menggunakan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi  dengan para fasilitator. Peserta diharapkan memahami materi-materi yang diberikan dan  termasuk peraturan-peraturan yang terbaru yang terkait.  

Lokakarya akan berlangsung selama 3 hari dengan materi Teori AMI, Perencanaan AMI, Pelaksanaan, dan praktik audit dokumen menggunakan dokumen SPMI dari beberapa program studi milik Universitas Atma Jaya dan Mercu Buana. Dalam praktik audit dokumen prodi akan dihadiri para kepala prodi masing-masing perguruan tinggi. (Haz)

Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch Pertama di Jakarta

Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch Pertama di Jakarta

berita

DIrektorat Penjaminan Mutu mengawali program peningakatan mutu prodi dengan mengadakan “Lokakarta Penyusunan Dokumen SPMI”. Lokakarya diadakan di Jakarta tanggal 26-28 Maret 2018 merupakan batch pertama dari sebelas batch yang direncanakan di beberapa kota pada tahun 2018.

Lokakarya diikuti 58 peserta dari 22 perguruan tinggi di sekitar Jakarta,  masing-masing perguruan tinggi mengirimkan  ketua penjaminan mutu dan kepala prodinya. Perguruan tinggi peserta lokakarya antara lain dari Akademi Yaspen Tugu Ibu, Akademi Keperawatan Keris Husada, Akademi Keperawatan Pelni, Akademi Keperawatan RS Husada, Akademi Pariwisata GSP Internasional, Akademi Refraksi Optisi Kartika Indera Persada, IAI Shalahuddin Al-Ayyubi, Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957, Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis, Politeknik LP3I Jakarta, STIE Muhammadiyah Jakarta, STIKES Indonesia Maju, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti, STIKES Sint Carolus, STBA Pertiwi Indonesia, STFI Sadra, STIKes Istara Nusantara Jakarta,  Universitas Bung Karno, Universitas Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Satyagama, dan Universitas Podomoro.

Hadir dalam lokakarya antara lain Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz dan Kasi Peningkatan Mutu; Octa Nugroho; fasiltator SPMI antara lain Hisar Sirait, Desiana Vidayanti, Eddy Guridno, dan Levyda.  Lokakarya diawali laporan pelaksanaan kegiatan lokakarya oleh Kasubdit Penguatan Mutu,  Masluhin Hajaz, “ Terdaftar 60 peserta  dari 22 perguruan tinggi namun ada 2 orang yang berhalangan hadir karena sakit. Universitas Paramadina tidak jadi mengirimkan peserta dan digantikan daripeserta dari Universitas Podomoro. Seluruh PT berasal dari perguruan tinggi di Jakarta” lapor Kasubdit Penguatam Mutu.

Lokakarta dibuka Direktur Penjaminan Mutu, Prof. Aris Junaidi dan dilanjutkan dengan paparan Kebijakan Direktorat Penjaminan Mutu dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi. Aris Junaidi dalam paparanya menyatakan bahwa Direktorat Penjaminan Mutu akan melakukan penilaian mutu perguruan tinggi (PT) secara daring setahun sekali yang bisa dijadikan bahan evaluasi diri PT sebelum melakukan re-akreditasi.  Instrumen yang digunakan dalam penilaian mutu PT menggunakan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang sama dengan 9 kriteria yang digunakan BAN-PT.

“Trend peningkatan mutu prodi dari tahun ke tahun semakin baik, prodi dengan akreditasi A dan B semakin meningkat dan sebaliknya prodi dengan akreditasi C semakin menurun, kerja keras tim penjaminan mutu dan para fasilitator SPMI memperlihatkan hasil yang significant dan akan terus ditingkatkan pada tahun 2018,” ujar Aris.

Lokakarya berlangsung tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar yang digunakan SPMI, dan Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam dua kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI, kelas A 29 orang didampingi fasilitator Hisar Sirait dan Levyda sedangkan kelas B 29 orang didampingi fasiltator Desiana dan Eddy Guridno.  Setiap PT membentuk kelompok belajar untuk berdiskusi menyusun dokumen SPMI. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya di hadapan peserta dan fasilitator untuk mendapatkan masukan dan perbaikan. Di akhir program, semua dokumen hasil latihan di-share untuk semua peserta dengan harapan masing-masing PT sudah memiliki draf dokumen SPMI untuk disesuaikan dengan masing-masing kondisi PT.  Direktorat Penjaminan Mutu akan melakukan monitoring dan evaluasi implementasi SPMI di PT peserta, peserta yang sukses melaksanakan diseminasi SPMI dan implementasi SPMI di PT-nya akan diikutkan dalam Lokakarta Audit Mutu Internal (AMI) di tahun beriktunya. (haz/penjamu)

Klinik SPMI Seluler

Klinik SPMI Seluler

berita

Klinik SPMI Seluler dibangun dalam rangka menjadi sarana komunikasi antar penggiat mutu Prodi dan Pendidikan Tinggi dengan menggunakan android, dapat diakses dimanapun, kapanpun dan setiap waktu

Road Show Bimtek SPMI Di Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

Road Show Bimtek SPMI Di Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

berita

Pengelolaan perguruan tinggi (PT) pada masa mendatang dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, hal ini terjadi karena adanya perubahan paradigma baru yang dipicu dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, dan persaingan yang sedemikian ketat, baik dengan perguruan tinggi yang ada di dalam maupun luar negeri. Untuk menjaga agar perguruan tinggi tetap berjalan baik, harus mampu menghadapi tantangan tersebut dengan selalu menjaga kualitas atau mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan, sehingga dapat mencapai kesadaran dalam berbudaya mutu, hal ini bisa diukur melalui perolehan peringkat akreditasi melalui program studi unggul.

Akreditasi program studi adalah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga atau badan yang mandiri dan profesional. Hal inilah yang melatarbelakangi di lakukannya Road Show Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi.

Untuk mencapai budaya mutu yang diharapkan, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan melalui Direktorat Penjaminan Mutu, akan melakukan bimbingan teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terhadap 91 PTS yang tersebar di 14 wilayah kopertis, ditambah beberapa PTN di wilayah timur, dengan 1.800 program studi dengan peringkat akreditasi C.

Bimbingan teknis ini akan dilaksanakan secara bertahap, untuk tahap Pertama (bulan Maret – Mei 2016) terhadap 91 PTS dengan 600 program studi berperingkat akreditasi C, yang institusinya sudah terakreditasi (AIPT).

Pelaksanaan bimbingan teknis SPMI ini akan dilakukan dengan visitasi langsung ke 91 perguruan tinggi/institusi oleh Tim Fasilitator Pusat dan Tim Fasilitator wilayah dengan pendamping dari Staf Direktorat Penjaminan Mutu. Diharapkan kegiatan bimbingan teknis SPMI ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan program studi dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), melalui manajemen yang baik terkait upaya peningkatan mutu program studi secara bertahap, terencana, professional, komprehensif, dan transparan, serta mampu memahami dan memenuhi instrumen Akreditasi dengan baik.

Pada Bulan Maret 2016 ini telah dilakukan Bimbingan Teknis SPMI ke 19 PTS dengan 133 Prodi berakreditasi C di Wilayah Kopertis Wilayah XII, XIII dan XIV (Maluku, Maluku Utara, Aceh, Papua dan Papua Barat), Setelah dilakukan bimbingan teknis SPMI ini, diharapkan akan berdampak kepada prodi tersebut yang akan meningkat menjadi akreditasi B.