Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch Enam di Makassar

Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch Enam di Makassar

berita

Menumbuhkan Budaya Mutu, Menumbuhkan Semangat Maju

Upaya menumbuhkan budaya mutu terus dilakukan Direktorat Penjaminan Mutu melalui Lokakarya Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan saat ini sudah berjalan enam batch dari sepuluh batch yang direncakanan pada tahun 2018.

Batch VI Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI dilaksanakan di Makassar pada 9-11 Juli 2018 dengan diikuti 92 peserta dari wilayah Sulawesi dan sebagain dari Bali yang terlewat di batch V. Hadir dalam lokakarya antara lain Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin; fasilitator SPMI antara lain Hartanto Nugroho, Sadra Dharmawan, Tirza Hanum, Desiana Vidayanti, Alberta Rika, dan Emma Hermawati.

Indonensia bagian timur kali ini terus didorong untuk mengikuti gerbong peningkatan mutu prodi melalui penerapan SPMI mengingat peringkat akreditasi prodi di luar P. Jawa dan Indonesia bagian timur masih belum menggembirakan dan perlu perhatian khusus dari pemerintah dalam hal ini Direktorat Penjaminan Mutu.

“Membangun budaya mutu butuh visi pimpinan, semangat, kebersamaan, dan keteguhan hati, serta kesabaran para pemangku kepentingan karena membangunnya perlu waktu, tidak bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Tidak seperti membangun Candi Roro Jonggrang yang hanya semalam dan gagal. Membangun Budaya seperti membangun bahteranya Nabi Nuh, AS yang perlu waktu bertahun-tahun dengan berbagai ujian yang pada akhirnya mampu menyelamatkan umat manusia dan binatang dari kepunahan, ” terang Kasudit Penguatan Mutu.

“Gunakan kesempatan dengan baik karena institusi Bapak Ibu dan masyarakat kita sedang menunggu hasil pelatihan. Bapak Ibu sekalian adalah ujung tombak untuk meningkatkan mutu prodi dan perguruan tingginya, Bapak Ibu sekalian adalah pejuang mutu,” harap Kasudit Penguatan Mutu.

Lokakarya berlangsung tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar yang digunakan SPMI, dan Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam tiga kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI. Setiap kelas 30 orang  dan masing-masing kelas dididampingi 2 orang fasilitator. (haz/penjamu)

Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch Lima di Lombok

Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch Lima di Lombok

berita

Membangun Budaya Mutu Dimulai dari Penyusunan Dokumen SPMI

Membangun budaya mutu atau quality culture di perguruan tinggi perlu rencana dan tahapan yang jelas. Kejelasan dimulai dari langkah Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan dalam hal kebijakan, manual, standar yang digunakan dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan berbagai formulir yang didokumentasikan dalam Dokumen SPMI. Demikian pada mulanya tahapan membangun budaya mutu melalui penerapan SPMI, tidak berhenti hanya pada menyusun dokumen SPMI belaka namun justru penerapannya yang harus ditekankan dengan harapan hasilnya berdampak pada peningkatan budaya mutu pendidikan tinggi.

Dalam upaya melanjutkan upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penumbuhan budaya mutu di perguruan tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu melaksanakan Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI batch kelima di Lombok pada 5-7 Juli 2018. Hadir dalam lokakarya antara lain Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz dan Kasi Peningkatan Mutu; Octa Nugroho; fasilitator SPMI antara lain Hartanto Nugroho, Siti Herlinda, Dadan Ramdan,  Emma Hermawati, dan Rahmatullah Riziq.

Lokakarya diikuti 90 peserta dari perguruan tinggi di NTT, NTB, Bali, dan sebagai dari Jawa Timur dengan masing-masing perguruan tinggi mengirimkan  ketua penjaminan mutu dan kepala prodinya.  Lokakarya diawali laporan pelaksanaan kegiatan  sekaligus pembukaan oleh Kasubdit Penguatan Mutu,  Masluhin Hajaz, “Terdaftar110-an peserta  yang mendaftar online di batch Lombok ini, namun yang diundang hanya 90 peserta sesuai quota dan alhamdulillah bisa hadir semua.

“Direktorat Penjaminan Mutu hadir memfasilitasi lokakarya ini agar sekitar 6 ribu prodi yang masih terakredasi peringkat C bisa segera kita tingkatkan menjadi B bahkan A. Dengan meningkatnya akreditasi prodi diharapkan lulusannya juga ikut meningkat mutu dan kompetensinya sehingga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa kita. Dan bagi prodi yang masih terakreditasi C dan tidak mau ikut gerbong perubahan melalui penerapan SPMI, maka siap-siap tutup karena ditinggalkan mahasiswanya,” ujar Masluhin. “Oleh karena itu Bapak Ibu yang kali ini hadir adalah orang-orang istimewa karena terpilih dari sekian calon peserta yang sudah kami seleksi. Bapak Ibu kami harapkan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan lokakarya, gunakan kesempatan dengan baik karena institusi Bapak Ibu dan masyarakat kita sedang menunggu hasil pelatihan. Bapak Ibu sekalian adalah ujung tombak untuk meningkatkan mutu prodi dan perguruan tingginya, Bapak Ibu sekalian adalah pejuang mutu,” harap Kasubdit Penguatan Mutu.

Lokakarya berlangsung tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar yang digunakan SPMI, dan Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam tiga kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI. Setiap kelas 30 orang  dan masing-masing kelas dididampingi 2 orang fasilitator. (haz/penjamu)

Diseminasi SPMI di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol

Diseminasi SPMI di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol

berita

Diseminasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), yang merupakan perintah UU 12/th 2012 tentang Perguruan Tinggi, acara dilaksanakan di Aula Pasca Sarjana UIN Imam Bonjol, Padang, tgl 26 Juni 2018.

Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu, Dr. Syahrul Aminullah menyampaikan pentingnya Diseminasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) untuk meningkatkan Budaya Mutu pada masing-masing  Perguruan Tinggi.  

Hadir sebagai narasumber Fasilitator Pengembang Prof. Dr. Johannes Gunawan menyampaikan Materi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti). Prof. Dr. Bernadette M. Waluyo menyampaikan Materi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Dr.Ir Setyo Pertiwi dari Majelis BANPT menyampaikan Materi Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). 

Sesuai dengan tema acara "Melalui SPMI kita tingkatkan budaya mutu secara berkelanjutan" diharapkan semua Perguruan Tinggi yg ada di Indonesia dapat maju bersama untuk bermutu dan berdaya saing.

Diseminasi SPMI di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Diseminasi SPMI di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

berita

diseminasi UIN Alauddin, Makasar, 5 Juni 2018

sebagai  upaya untuk meningkatkan budaya mutu pendidikan tinggi di Indonesia, Direktorat Penjaminan Mutu berupaya untuk terus memotivasi Perguruan Tinggi agar sadar mutu melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan. SPMI merupakan roh bagi pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Perguruan Tinggi.Dalam upaya untuk memotivasi budaya mutu, Subdit Pengembangan Sistem Mutu,Direktorat Penjaminan Mutu melakukan kegiatan Diseminasi SPMI untuk penyegaran dan mengingatkan kembali Perguruan Tinggi tentang pengimplementasian SPMI. Kegiatan dilakukan bagi Perguruan Tinggi di bawah naungan Kementerian lain yang tersebar di seluruh Indonesia,salah satunya adalah yg dilakukan pada Selasa,5 Juni 2018 bertempat di Aula Kampus UIN Alauddin Makasar sebagaimana disampaikan oleh Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu, DR. Syahrul Aminullah.


Acara dibuka oleh Rektor UIN Alauddin yg diwakili oleh WR 1, Prof. DR.H. Mardan, M.Ag. Beliau menyampaikan bahwa kedatangan Tim SPMI Kemenristekdikti menjadi berkah ramadhan,  karena Kemenristekdikti juga turut memperhatikan mutu  PT lain diluar naungannya sehingga dapat bermutu dan berdaya saing secara nasional dan juga internasional. 
Pada kesempatan ini disampaikan materi mengenai SPM Dikti,SPMI dan SPME yg disampaikan oleh Tim Pengembang SPMI, Prof. Hartanto Nugroha dan DR. Johanes Gentur Sutepa serta anggota Majelis BANPT, Prof. Bambang Suryoatmono. Pada kesempatan ini sekaligus juga  disosialisasikan layanan media konsultasi online melalui laman spmi.ristekdikti.go.id dan SPMI mobile berbasis android yg dapat diakses melalui telepon genggam. Para penggiat mutu dapat langsung berkomunikasi dengan para fasilitator yg siap membantu dan memberikan solusi terkait implementasi Sistem Penjamiman Mutu. 


Sesuai dengan tema acara " Melalui SPMI kita tingkatkan budaya mutu secara berkelanjutan" diharapkan semua Perguruan Tinggi yg ada di Indonesia dapat maju bersama untuk bermutu dan berdaya saing.

Diseminasi SPMI di Universitas Islam Negeri Mataram

Diseminasi SPMI di Universitas Islam Negeri Mataram

berita

Diseminasi UIN Mataram, Mataram, 30 Mei 2018

Sebagai upaya untuk meningkatkan budaya mutu pendidikan tinggi di Indonesia, Direktorat Penjaminan Mutu berupaya untuk terus memotivasi Perguruan Tinggi agar sadar mutu melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan. SPMI merupakan roh bagi pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Perguruan Tinggi.Dalam upaya untuk memotivasi budaya mutu, Subdit Pengembangan Sistem Mutu,Direktorat Penjaminan Mutu melakukan kegiatan Diseminasi SPMI untuk penyegaran dan mengingatkan kembali Perguruan Tinggi tentang pengimplementasian SPMI. Kegiatan dilakukan bagi Perguruan Tinggi di bawah naungan Kementerian lain yang tersebar di seluruh Indonesia,salah satunya adalah yg dilakukan pada Rabu,30 Mei 2018 bertempat di Aula Kampus UIN Mataram sebagaimana disampaikan oleh Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu, DR. Syahrul Aminullah.


Acara dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Mataram  yg diwakili oleh, Prof. Dr. H. Masnun. MA. Beliau menyampaikan bahwa kedatangan Tim SPMI Kemenristekdikti menjadi berkah ramadhan, karena Kemenristekdikti juga turut memperhatikan mutu Perguruan Tinggi lain diluar naungannya sehingga dapat bermutu dan berdaya saing secara nasional dan juga internasional. 
Pada kesempatan ini disampaikan materi mengenai SPM Dikti,SPMI dan SPME yg disampaikan oleh Tim Pengembang SPMI, Dr. Desina Vidayanti dan Dr. Hisar Sirait serta anggota Majelis BANPT, Dr. Setyo Pertiwi. Pada kesempatan ini sekaligus juga  disosialisasikan layanan media konsultasi online melalui laman spmi.ristekdikti.go.id dan SPMI mobile berbasis android yg dapat diakses melalui telepon genggam. Para penggiat mutu dapat langsung berkomunikasi dengan para fasilitator yg siap membantu dan memberikan solusi terkait implementasi Sistem Penjamiman Mutu. 


Sesuai dengan tema acara " Melalui SPMI kita tingkatkan budaya mutu secara berkelanjutan" diharapkan semua Perguruan Tinggi yg ada di Indonesia dapat maju bersama untuk bermutu dan berdaya saing.