Tahun 2015 telah berlalu. Beragam pengalaman telah menjadi pelajaran berharga. Tak kecuali bagi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemristekdikti. Untuk itu memasuki tahun 2016, Ditjen Belmawa segera melakukan konsolidasi dalam bentuk Rapat Kerja Ditjen Belmawa. Selain dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Belmawa dan pejabat eselon II di lingkungan Belmawa, rapat kerja (Raker) ini juga dihadiri oleh seluruh pejabat eselon III, IV, dan staf di lingkungan Belmawa.

Dalam Raker bertema Konsolidasi Program Kerja Belmawa Tahun 2016,  Dirjen Belmawa Intan Ahmad menegaskan perlunya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan solid di Ditjen Belmawa. Untuk itu, menurutnya perlu peningkatan kerjasama antardirektorat/unit kerja, termasuk banyak melakukan diskusi dengan berbagai pihak, sehingga semua pekerjaan menjadi bermakna.

“Bekerja itu harus memiliki makna, dalam artian bekerja tidak hanya melaksanakan SOP/administratif tetapi harus ada kemampuan leadership, kerjasama, kreativitas perlu selalu dikembangkan, termasuk memahami berbagai peraturan yang ada. Dan yang lebih penting dalam bekerja adalah perlu memiliki semangat melayani dengan baik untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik, karena yang kita lakukan adalah pekerjaan mulia,” tambah guru besar Biologi ITB.

 Sebelumnya, Sutrisna Wibawa, Sekretaris Ditjen Belmawa dalam  pembukaan Raker mengingatkan pentingnya komitmen dan sinergisitas kerja di lingkungan Belmawa. Untuk itu, lanjut guru besar Universitas Negeri Yogyakarta ini semua staf di Ditjen Belmawa harus memiliki tanggung jawab yang besar dan selalu proaktif sehingga mampu membangun produktivitas dalam bekerja. “Setiap staf di Belmawa juga perlu memahami berbagai substansi sesuai kegiatan yang akan dilaksanakan dan mempelajari Standar Nasional Pendidikan Tinggi dengan baik, sehingga setiap kegiatan sesuai dengan cita-cita pendidikan tinggi,“ sambung Sutrisna, Jakarta, (12-13/Januari 2016).

Untuk memahami mengevaluasi kegiatan tahun 2015 dan merencanakan kegiatan tahun 2016, Raker Ditjen Belmawa juga menghadirkan Samsuri, Kepala Bagian Pemantauan, Evaluasi Program dan Anggaran, Biro Perencanaan, Kemristekdikti yang memberi masukan sistem monitoring dan evaluasi atau Simonev.  Program Simonev merupakan sistem monitoring, memantau pelaksanaan kegiatan di lingkungan satuan kerja (Satker). Dari sisi pemantauan dan evaluasi, Simonev akan focus pada Capaian Kinerja Satker (IKP).

Dalam penjelasannya, Samsuri menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi tidak untukjudgment, melainkan untuk pengawasan kegiatan. Sehingga kita dapat menyimpulkan apakah kegiatan tersebut sesuai jalurnya atau tidak. “Jika ada program tambahan yang bersifat inisiatif atau perkembangan (sifatnya aktivitas, bukan output), maka itu diperbolehkan, namun semua itu harus tetap sesuai kebutuhan organisasi atau masyarakat, dan selanjutnya perlu dijabarkan dalam laporan. Jika program tambahan itu lebih banyak dibandingkan dengan rencana, maka perlu direfleksi untuk tahun depan,” papar Samsuri.

“Oleh karena itu, seiring dengan program baru di tahun 2016, maka  jadwal kegiatan yang substansial, perlu sinkronisasi  antardirektorat.  Dan jangan lupa, sebelum kegiatan diluncurkan ke masyarakat, maka perlu ada kajian dari tim ahli,” terang Samsuri di akhir paparannya. (AS/Belmawa; editor: febi/L4).

Keterangan

Tempat:
Penyelenggara:
Jumlah Peserta:
Jumlah Perguruan Tingggi: 0
Sumber Dana:


download file