Rapat Koordinasi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) telah berlangsung pada 20 – 22 Desember 2015 yang lalu. Meski begitu momentum tersebut memberi pengalaman berharga bagi pemangku kepentingan di lingkungan Ditjen Belmawa. Betapa tidak, melalui kegiatan tersebut pimpinan dan staf saling bersilaturahim sekaligus dapat bertukar gagasan dan pengalaman mengenai program dan kegiatan yang telah dan akan di laksanakan di tahun 2016. Hasil dari rapat koordinasi ini pun akan berguna bagi Kementerian Ristekdikti dan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.
Tidak heran jika dalam sambutannya, Dirjen Belmawa Intan Ahmad menegaskan pentingnya kesiapan perguruan tinggi (PT) untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kesiapan perguruan tinggi dilakukan dengan meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bersaing di dunia, khususnya ASEAN,” tegasnya.
Itulah sebabnya, tegas Intan Ahmad Rakornas ini mengambil tema “Pengembangan Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Tujuannya agar perguruan tinggi dapat segera memper¬siapkan diri baik melalui kualitas manajemen, kurikulum, dan sarana prasarana dalam menghadapi tantangan zaman.
Sebelumnya Sesditjen Belmawa, Sutrisna Wibawa melaporkan bahwa Rakornas akan terus dilaksanakan setiap akhir tahun sebagai wadah untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi antara Ditjen Belmawa dengan perguruan tinggi dan Kopertis guna menyusun rekomendasi kebijakan dan program tahun berikutnya.
“Pada intinya Rakornas bertujuan untuk merumuskan kebijakan operasional, menyusun rambu-rambu kegiatan, merumuskan kegiatan regional/wilayah dan kegiatan nasional di bidang belmawa; dan mensosialisasikan kebijakan nasional di bidang belmawa serta menyampaikan hasil-hasil kegiatan di bidang belmawa,” kata Sutrisna.
Rakornas diselenggarakan di Hotel Millenium, Kebon Sirih Jakarta Pusat, dihadiri para Pejabat di lingkungan Ditjen Belmawa, pimpinan perguruan tinggi, dan para Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) di bidang akademik dan kurikulum di seluruh Indonesia. Berbagai kegiatan dilakukan dalam Rakornasi itu, seperti rapat panel umum dan diskusi kelompok.
Panelis pertama terdiri dari para Direktur Jenderal (Dirjen) di Kemristekdikti yang mempresentasikan program kegiatan tahun 2015 beserta capaiannya, dan program kegiatan yang akan dilakukan tahun 2016. Pada kesempatan tersebut turut hadir Dr. Patdono Suwignjo, Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Prof. Ali Gufron Mukti, Dirjen Pengembangan Sumber Daya Iptek Dikti, Dr. Muhammad Dimyati, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, dan Dr. Jumain Appe, Dirjen Penguatan Inovasi.
Sementara itu, pembicara pada panelis kedua terdiri dari Bagyo Y. Moeliodihardjo, Universitas Indonesia; Ms. Mary H. White, Field Manager Sulawesi Economic Development Strategy Project; Prof. Indra Wijaya Kusuma, Kepala Kantor Penjaminan Mutu Universitas Gadjah Mada. Presentasi panelis kedua menjelaskan secara luas bagaimana relevansi kurikulum pendidikan tinggi dengan dunia kerja, pengembangan bela negara dan kewirausahaan mahasiswa, dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Di sisi lain, diskusi kelompok terdiri dari 4 kelompok, masing-masing kelompok diskusi terdiri dari Kelompok Pengembangan Kurikulum, Kelompok Pengembangan Akademik, Kelompok Penjaminan Mutu, dan Kelompok Pengembangan Kemahasiswaan. Masing-masing kelompok diskusi dipandu oleh wakil rektor perguruan tinggi dan Direktur di Ditjen Belmawa. (Mega/Belmawa. Editor: L4)
Keterangan

Tempat:
Penyelenggara:
Jumlah Peserta:
Jumlah Perguruan Tingggi: 0
Sumber Dana:


download file