Pengelolaan perguruan tinggi (PT) pada masa mendatang dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, hal ini terjadi karena adanya perubahan paradigma baru yang dipicu dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, dan persaingan yang sedemikian ketat, baik dengan perguruan tinggi yang ada di dalam maupun luar negeri. Untuk menjaga agar perguruan tinggi tetap berjalan baik, harus mampu menghadapi tantangan tersebut dengan selalu menjaga kualitas atau mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan, sehingga dapat mencapai kesadaran dalam berbudaya mutu, hal ini bisa diukur melalui perolehan peringkat akreditasi melalui program studi unggul.

Akreditasi program studi adalah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga atau badan yang mandiri dan profesional. Hal inilah yang melatarbelakangi di lakukannya Road Show Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi.

Untuk mencapai budaya mutu yang diharapkan, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan melalui Direktorat Penjaminan Mutu, akan melakukan bimbingan teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terhadap 91 PTS yang tersebar di 14 wilayah kopertis, ditambah beberapa PTN di wilayah timur, dengan 1.800 program studi dengan peringkat akreditasi C.

Bimbingan teknis ini akan dilaksanakan secara bertahap, untuk tahap Pertama (bulan Maret – Mei 2016) terhadap 91 PTS dengan 600 program studi berperingkat akreditasi C, yang institusinya sudah terakreditasi (AIPT).

Pelaksanaan bimbingan teknis SPMI ini akan dilakukan dengan visitasi langsung ke 91 perguruan tinggi/institusi oleh Tim Fasilitator Pusat dan Tim Fasilitator wilayah dengan pendamping dari Staf Direktorat Penjaminan Mutu. Diharapkan kegiatan bimbingan teknis SPMI ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan program studi dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), melalui manajemen yang baik terkait upaya peningkatan mutu program studi secara bertahap, terencana, professional, komprehensif, dan transparan, serta mampu memahami dan memenuhi instrumen Akreditasi dengan baik.

Pada Bulan Maret 2016 ini telah dilakukan Bimbingan Teknis SPMI ke 19 PTS dengan 133 Prodi berakreditasi C di Wilayah Kopertis Wilayah XII, XIII dan XIV (Maluku, Maluku Utara, Aceh, Papua dan Papua Barat), Setelah dilakukan bimbingan teknis SPMI ini, diharapkan akan berdampak kepada prodi tersebut yang akan meningkat menjadi akreditasi B. 

Keterangan

Tempat:
Penyelenggara:
Jumlah Peserta:
Jumlah Perguruan Tingggi: 0
Sumber Dana:


download file