Direktorat Penjaminan Mutu terus berupaya meningkatkan mutu Pendidikan tinggi, salah satu kegiatan untuk menunjang tercapainya budaya mutu adalah melalui Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI). AMI merupakan proses evaluasi akademik untuk mengetahui ketercapaian terhadap standar yang telah di tetapkan.

Lokakarya AMI batch pertama tahun 2018 dimulai dari Jakarta pada tanggal 3-5 April 2018. Lokakarya diikuti 82 peserta dari 34 perguruan tinggi dan 3 orang peserta dari Pusdiklat Kemenristekdkti yang dibagi dalam 3 kelas. Peserta antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Mercubuana, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Podomoro, Universitas Sahid, Universitas Sahid, Politeknik Media  Kreatif Jakarta, Politeknik Negeri Cilacap, Universitas Negeri Manado, Universitas Pasundan, Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin, Politeknik Negeri Media Kreatif, Politeknik Hasnur Banjarmasin, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Universitas Islam Malang, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Jember, Politeknik Unggulan Kalimantan Banjarmasin, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Mercu Buana, Universitas Kristen Duta Wacana, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Gajah Mada, Universitas Katolik Atma Jaya, Pusdiklat Kemenristekdikti, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Padjadjaran, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Indramayu, Universitas Negeri Jakarta, UPN Veteran Jakarta, dan Pusdiklat Kemenristekdikti.

Hadir dalam lokakarya antara lain Direktur Penjaminan Mutu, Aris Juanidi; Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz; Kasi Peningkatan Mutu, Octa Nugroho ; staf Subdit Penguatan Mutu, dan para fasilitator Tim Pengembang SPMI antara lain Prof. Kusminarto, Prof. Hartanto Nugroho, Dr. Gentur Sutapa, Dr. Retno Indrati, Dr. Aris Dwi Atmoko, dan Lisye Fitria, M.T.

Lokakarya dibuka oleh Direktur Penjaminan Mutu, Aris Junaidi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peran auditor sangat penting dalam menunjang implementasi SPMI, hasil temuan atau rekomendasi dari auditor diharapkan dapat di gunakan untuk memperbaiki kekurangan selama ini sehingga terbangun prinsip kaizen atau perbaikan kualitas secara berkelanjutan (CQI) oleh karena itu, peserta lokakarya betul betul harus mengikuti lokakarya dengan baik dan menggunakan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi  dengan para fasilitator. Peserta diharapkan memahami materi-materi yang diberikan dan  termasuk peraturan-peraturan yang terbaru yang terkait.  

Lokakarya akan berlangsung selama 3 hari dengan materi Teori AMI, Perencanaan AMI, Pelaksanaan, dan praktik audit dokumen menggunakan dokumen SPMI dari beberapa program studi milik Universitas Atma Jaya dan Mercu Buana. Dalam praktik audit dokumen prodi akan dihadiri para kepala prodi masing-masing perguruan tinggi. (Haz)

Keterangan

Tempat: Hotel Century
Penyelenggara: Ditjen Belmawa
Jumlah Peserta: 82
Jumlah Perguruan Tingggi: 34
Sumber Dana: Belmawa

Peserta
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Mercubuana
  • Universitas Pendidikan Indonesia Bandung
  • Universitas Podomoro
  • Universitas Sahid
  • Politeknik Media Kreatif Jakarta
  • Politeknik Negeri Cilacap
  • Universitas Negeri Manado
  • Universitas Pasundan
  • Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin
  • Politeknik Negeri Media Kreatif
  • Politeknik Hasnur Banjarmasin
  • Universitas Siliwangi Tasikmalaya
  • Universitas Islam Malang
  • Politeknik Negeri Bandung
  • Universitas Sebelas Maret
  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Universitas Jember
  • Politeknik Unggulan Kalimantan Banjarmasin
  • Universitas Kristen Indonesia
  • Universitas Mercu Buana
  • Universitas Kristen Duta Wacana
  • UPN Veteran Yogyakarta
  • Universitas Gajah Mada
  • Universitas Katolik Atma Jaya
  • Pusdiklat Kemenristekdikti
  • Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Universitas Padjadjaran
  • Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Politeknik Negeri Subang
  • Politeknik Negeri Indramayu
  • Universitas Negeri Jakarta
  • UPN Veteran Jakarta
  • Pusdiklat Kemenristekdikti