Direktorat Penjaminan Mutu melanjutkan program peningkatan mutu melalui penyelenggaraan “Lokakarta Penyusunan Dokumen SPMI”. Lokakarya batch IX diadakan di Jakarta tanggal 13-15 September 2018.

Lokakarya diikuti 87  peserta dari 54 perguruan tinggi dengan masing-masing perguruan tinggi mengirimkan  ketua penjaminan mutu dan kepala prodinya. Beberapa perguruan tinggi peserta lokakarya antara lain dari  Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, Universitas Bengkulu, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Akademi Analis Kehatan Borneo Lestari Banjarbaru, Institut Teknologi Sumatera, Poiliteknik Negeri Lampung, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Sekolah Tinggi Manajemen Trisakti, Sekolah Tinggi Teknologi Bontang, UIN Imam Bonjol Padang, dan Universiyas PGRI Yogyakarta.

Lokakarya dibuka oleh Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz dan dihadiri juga Kasi Pengutan Mutu; Octa Nugroho; fasilitator SPMI antara lain Prof. Tirza Hanum, Prof. Dadan Ramdhan, Prof. Hartanto Nugroho, Bu Desiana Vidayanti, dan Dr. Hisar Sirait.

 “ Penyusunan dokumen SPMI merupakan langkah awal, langkah terpenting selanjutnya adalah penerapan SPMI di perguruan tinggi Bapak Ibu masing-masing. Dengan penerapan SPMI diharapkan budaya mutu lambat laun akan terwujud di perguruan tinggi dan apabila dinilai akreditasinya oleh BAN-PT atau LAM hasilnya tentu akan baik, “ ujar Kasubdit Penguatan Mutu.

Disampaikan juga bahwa membantu budaya mutu perlu komitmen pimpinan karena tidak hanya butuh waktu namun juga perlu sumber daya. “ Membangun budaya mutu butuh komitmen pimpinan, kesamaan persepsi antara pimpinan perguruan tinggi dan badan penyelenggara perguruan tinggi serta usaha bersama yang sungguh-sungguh, karena butuh waktu dan pasti ada kendala dan tantangan”, tegas Masluhin Hajaz.

Lokakarya berlangsung tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar yang digunakan SPMI, dan Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam tiga kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI. Di akhir lokakarya, semua dokumen hasil latihan di-share untuk semua peserta dengan harapan masing-masing PT sudah memiliki draf dokumen SPMI untuk disesuaikan dengan masing-masing kondisi PT.  Direktorat Penjaminan Mutu akan melakukan monitoring dan evaluasi implementasi SPMI di PT peserta, peserta yang sukses melaksanakan diseminasi SPMI dan implementasi SPMI di PT-nya akan diikutkan dalam Lokakarta Audit Mutu Internal (AMI) di tahun beriktunya. (haz/penjamu)

Keterangan

Tempat: Hotel Sultan Jakarta
Penyelenggara: Direktorat Penjaminan Mutu
Jumlah Peserta: 87
Jumlah Perguruan Tingggi: 14
Sumber Dana: Ditjen Belmawa

Peserta
  • Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Universitas Bengkulu
  • Universitas Pembangunan Jaya
  • Universitas Kutai Kartanegara
  • Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Akademi Analis Kehatan Borneo Lestari Banjarbaru
  • Institut Teknologi Sumatera
  • Poiliteknik Negeri Lampung
  • Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Poltekkes Kemenkes Palangka Raya
  • Sekolah Tinggi Manajemen Trisakti
  • Sekolah Tinggi Teknologi Bontang
  • UIN Imam Bonjol Padang
  • Universiyas PGRI Yogyakarta