Audit Mutu Internal (AMI) sebagai Titik Awal Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi

Audit mutu pelaksanaan SPMI dilakukan melalui  Mutu Internal (AMI). AMI merupakan tahap Evaluasi dalam siklus SPMI (PPEPP) sesuai dengan Permenristekdikti nomer 62 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Lokakarya AMI batch keempat tahun 2018 dilaksanakan di Surabaya tangg 26-28 September 2018. Lokakarya diikuti 51 peserta dari 32 perguruan tinggi

dibagi dalam 2 kelas. Beberapa perguruan tinggi yang hadir antara lain: Universitas Nahdlatul Ulama Yogya, Universitas Teknologi Surabaya,Universitas Tadulako Palu, Stikes Bina Sehat PPNI, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Hang Tuah, Universitas Negeri Malang, Universitas Halu Oleo Kendari, STIKIP PGRI Jombang, Universitas Badarul Huda Baruddin Bagu, Poltek Negeri Malang, Poltek Negeri Balikpapan, Stikes Nani Hasanuddin, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muslim Islam Makassar, AMKI Ketapang, UIN Alauddin Makassar, Universitas Iqra Buru, Instut Teknologi 10 Nopember Surabaya, SKITIP Puangrimaggalatung Sengkang, Universitas Warmadhewa, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dan Universitas Dhyana Pura.

Lokakarya dibuka oleh  Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz didampingi Kasi Peningkatan Mutu, Octa Nugroho ; staf Subdit Penguatan Mutu, dan para fasilitator Tim Pengembang SPMI antara lain Prof. Hartanto Nugroho, Prof. Moses L Singgih, Dr. Alberta Rica, dan Dr. Alfi Rusmianto.

Dalam sambutan pembukaannya Masluhin Hajaz menyampaikan bahwa penting bagi setiap perguruan tinggi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga ruang-ruang peningkatan bisa diketahui dan dioptimalkan. Maka bercermin melalui evaluasi diri adalah cara terbaik. Dan evaluasi menurut Permenristekdikti No. 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) adalah melaui audit. Oleh karenanya, setiap perguruan tinggi seyogyanya memiliki auditor mutu internal yang akan melakukan audit pelakasanaan SPMI di perguruan tingginya.

Kasubdit juga berpesan agar peserta betul-betul mengikuti lokakarya dengan baik dan menggunakan kesempatan berpraktik dengan menggunakan dokumen SPMI yang sebenarnya karena didampingi oleh para auditor mutu internal yang sudah berpengalaman melakukan audit mutu.

Direktorat Penjaminan Mutu sangat berharap agar keberadaan auditor ini dapat membantu mengidentifikasi permasalahan di perguruan tinggi dan memberikan rekomendasi tindak lanjutnya untuk peningkatan mutu di perguruan tinggi.

Lokakarya berlangsung selama 3 hari dengan materi Teori AMI, Perencanaan AMI, Pelaksanaan AMI, dan praktik AMI dokumen menggunakan dokumen SPMI dari beberapa program studi milik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Dalam praktik audit dokumen prodi akan dihadiri para kepala prodinya. (Haz)

Keterangan

Tempat: Hotel Wyndham Surabaya
Penyelenggara: Direktorat Penjaminan Mutu
Jumlah Peserta: 51
Jumlah Perguruan Tingggi: 26
Sumber Dana: Ditjen Belmawa

Peserta
  • Universitas Nahdlatul Ulama Yogya
  • Universitas Teknologi Surabaya
  • Universitas Tadulako Palu
  • Stikes Bina Sehat PPNI
  • Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja
  • Universitas Negeri Surabaya
  • Universitas Hang Tuah
  • Universitas Negeri Malang
  • Universitas Halu Oleo Kendari
  • STIKIP PGRI Jombang
  • Universitas Badarul Huda Baruddin Bagu
  • Poltek Negeri Malang
  • Poltek Negeri Balikpapan
  • Stikes Nani Hasanuddin
  • Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Politeknik Negeri Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Universitas Negeri Makassar
  • Universitas Muslim Islam Makassar
  • AMKI Ketapang
  • UIN Alauddin Makassar
  • Universitas Iqra Buru
  • Instut Teknologi 10 Nopember Surabaya
  • SKITIP Puangrimaggalatung Sengkang
  • Universitas Warmadhewa
  • Universitas Muhammadiyah Palangka Raya
  • Universitas Dhyana Pura