Direktorat Penjaminan Mutu di akhir tahun 2018 menyebarkan budaya mutu di Indonesia bagian timur dengan melaksanakan Seminar Budaya Mutu untuk pimpinan perguruan tinggi dan badan pengelola perguruan tinggi di wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat tanggal 30 Oktober 2018 di Ternate. Hadir 148 peserta dari pimpinan perguruan tinggi dan badan pengelola perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI XII, XIV, dan beberapa dari wilyah Sulawesi.

Seminar diawali laporan ketua panitia penyelenggara oleh Kepala Seksi Peningkatan Mutu, Octa Nugroho dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan dari Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah XII, Dr. Muhammad Bugis. Sambutan dari Direktorat Penjaminan Mutu diwakili oleh Kepala Subdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz dan dilanjutkan dengan paparan Program Direktorat Penjaminan Mutu 2018.

“Membangun budaya mutu membutuhkan komitmen pimpinan terutama dari segi pendanaan. Pimpinan terutama yayasan harus menganggap pendanaan tersebut sebagai investasi yang butuh waktu untuk kembali modalnya. Hal ini karena membangun budaya mutu tidak bisa setahun dua tahun namun bisa bertahun-tahun dan kalau perguruan tinggi sudah bermutu maka mahasiswa akan berlomba-lomba masuk ke perguruan tinggi Bapak Ibu tanpa perlu lagi beriklan,” ujar Masluhin Hajaz dalam sambutannya.

Seminar ini akan diisi dengan sharing pengalaman baik dari perguruan tinggi yang sudah terbukti unggul antara lain dari Univeritas Islam Indonesia, Universitas Widya Mandala Surabaya, dan Univeristas Kristen Petra Surabaya. Berbagi pengalaman baik dimaksudkan agar pengalaman yang disampaikan para narasumber bisa menjadi inspirasi bagi pimpinan perguruan tinggi dan dapat dikembangkan di perguruan tinggi masing-masing dalam rangka menumbuhkan budaya mutu.

Kepala Subdit Penguatan Mutu memaparkan berbagai macam intervensi yang dilakukan pemerintah melalui Direktorat Penjaminan Mutu melalui berbagai macam fasilitasi antara lain Lokakarta Penyusunan Dokumen SPMI, Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI), Pendampingan AMI, ToT calon pelatih SPMI, dan termasuk seminar Budaya mutu untuk pimpina PT dimaksudkan agar penyelenggaraan pendidikan tinggi semakin baik dan dapat meningkat mutunya.

Sebelum dimulai paparan oleh para narasumber, dilakukan pembacaan dan tanda tangan Deklarasi Pengembangan Budaya Mutu dipimpin oleh Rektor Universitas Khairun, Prof. Husen Alting diikuti semua peserta seminar dan disaksikan Kepala Subdit Penguatan Mutu dan Ketua Lembaga LLDIKTI Wilayah XII.

Seminar berturut-turut diisi paparan antara lain Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) oleh Anggota Tim Pengembang SPMI, Prof. Nyoman Sadra Dharmawan; Berbagi Praktik Baik Membangun Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi oleh mantan Rektor Universitas Islam Indonesia, Prof. Nandang Sutrisna; Kepemimpinan dan Manajemen Budaya Mutu oleh Rektor Universitas Widya Mandala Surabaya, Prof. Kuncoro Foe; dan Membangun Budaya Mutu oleh mantan Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya Prof. Rolly Intan; (haz)

Keterangan

Tempat: Hotel Green Garden Resort
Penyelenggara: Direktorat Penjaminan Mutu
Jumlah Peserta: 148
Jumlah Perguruan Tingggi: 0
Sumber Dana: Ditjen Belmawa