Menindaklanjuti terbitnya PerBAN-PT No.59 Tahun 2018 tentang Panduan Penyusunan Laporan Evaluasi Diri, Panduan Penyusunan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi, dan Matriks Penilaian dalam Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu perlu melakukan penyamaan persepsi kepada fasilitator SPMI  wilayah di Surabaya pada tanggal 10-12 Desember 2018.

Penyamaaan persepsi dilakukan agar fasilitator SPMI di wilayah memiliki kesamaan pemahaman terhadap Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT 3.0) dan dapat menyampaikannya kepada perguruan tinggi masing-masing dan perguruan tinggi lain. Narasumber dipanggil dari anggota Majelis BAN-PT agar fasilitator mendapatkan informasi yang sahih, Dr. Setyo Pertiwi.

Hadir 200 orang peserta dari fasilitator wilayah dan 14 orang pejabat LLDIKTI yang membidangi penjaminan mutu. Hadirnya LLDIKTI dimaksudkan agar pejabat terkait penjaminan mutu juga mendapatkan pengetahuan tentang IAPT 3.0 dari sumber resmi dan bisa berdiskusi langsung dengan narasumber.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Subdit Penguatan Mutu Direktorat Penjaminan Mutu, Masluhin Hajaz sekaligus memberikan arahan dan paparan capaian program Direktorat Penjaminan Mutu 2018 serta rencana kerja 2019. Disampaikan bahwa kinerja Direktorat Penjaminan Mutu tahun 2018 bagus karena kerja keras dan kerja sama yang baik dengan para fasilatator dalam membantu kegiatan fasilitasi dan intervensi Direktorat Penjaminan Mutu dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi kita. Peta akreditasi prodi juga sudah berubah menjadi baik  dengan hilangnya peta prodi yang merah (71-100% terakreditasi C). Kerja baik ini tentu harus diteruskan dan ditingkatkan lagi than 2019 dengan menggandeng LLDKTI dalam memetakan target prodi yang akan difasilitasi agar tidak terjadi  tumpeng tindih.

Sesi evaluasi kegiatan 2018 dengan fasilitator wilayah dan  LLDIKTI tahun 2018 dimaksudkan agar para fasilitator dapat bekerja sama lebih baik dengan LLDIKTI (haz/penjamu)