Search

STRATEGI PENERAPAN SISTEM PENJAMIN MUTU INTERNAL DI PERGURUAN TINGGI

Tema : Strategi Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi
Author : Nataria Yanti Silaban
Email : Labanria@gmail.com
Jabatan : Ketua SPMI dan Kepala Bidang Pengendalian Dokumen dan Rekama
Insitusi : Stikes Imelda Medan
Alamat :

STRATEGI PENERAPAN SISTEM PENJAMIN MUTU INTERNAL DI PERGURUAN TINGGI  
1) Nataria Yanti Silaban, 2) Paskah Rina Situmorang
 

Menurut Undang-Undang Nomor dua belas Tahun dua ribu enam belas tentang pendidikan tinggi dan peraturan menteri riset, teknologi, dan pendidikan tinggi republik Indonesia Nomor enam puluh dua Tahun dua ribu enam belas tentang sistem penjamin mutu pendidikan tinggi setiap perguruan tinggi wajib mengimplementasikan sistem penjamin mutu internal (SPMI) dimana STIKes Imelda melaksanakan secara mandiri upaya untuk menjamin mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya dengan membuat suatu dokumen kebijakan SPMI, Manual SPMI, standart SPMI dan formulir evaluasi SPMI. Sistem Penjamin Mutu Pendidikan Tinggi di STIKes Imelda dibuat sesuai dengan standart Dikti yang meliputi standar nasional pendidikan, standar nasional penelitian dan standar nasional pengabdian kepada masyarakat. Sesuai dengan Visi dan Misi STIKes Imelda Medan Ketua STIKes, Ketua LPMI dan Tim SPMI membentuk standar-standar yang terdiri dari standar nasional Dikti dan standar Dikti. SPMI di STIKes Imelda dilakukan melalui lima langkah utama yang disingkat PPEPP yaitu penetapan, pelaksanaan, evaluasi (pelaksanaan), pengendalian (pelaksanaan), dan peningkatan standar Dikti. Penetapan standar dilakukan dengan mengadakan rapat internal yang dilakukan oleh ketua LPMI dan tim-tim SPMI di lingkungan STIKes Imelda Medan membentuk standar-standar turunan sesuai dengan visi progam studi. Standar yang dibuat dipersentasekan oleh setiap tim penanggung jawab guna mendapat masukan setelah semua standar dinyatakan cukup kompeten untuk mengukur dan mengevaluasi semua kegiatan operasional yang dimulai dari kegiatan kebersihan sampai kurikulum dan proses belajar mengajar dosen semua standar di persentasekan kembali dihadapan ketua STIKes untuk mendapat persetujuan. Setelah semua standar yang dinyatakan kompeten untuk mengukur semua proses belajar mengajar standar yang telah ditetapkan kemudian disosialisasikan kepada setiap dosen yang ada prodi di STIKes Imelda. Semua unit-unit penjamin mutu di setiap prodi berpedoman pada budaya mutu guna meningkatkan mutu di STIKes Imelda Medan.       Dengan penerapan standart yang bermutu di STIKes Imelda Medan sesuai dengan standar DIKTI maka STIKes Imelda  telah membangun budaya mutu di program studi masing-masing yang ada di lingkup STIKes Imelda dan mampu berkontribusi pada pembangunan budaya mutu pendidikan tinggi di tingkat nasional. Sistem penjaminan mutu dilakukan secara bertahap, sistematis dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Pada tahap awal penjaminan mutu dilakukan oleh unit atau lembaga yang secara khusus dibentuk untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan  mutu baik akademik maupun  non akademik. Program kerja awal yang dilakukan oleh tim LPMI adalah menyusun keempat dokumen spmi yang nantinya menjadi  acuan dalam  mengimplementasikan penjaminan mutu tersebut. Dalam hal penyusunan dokumen spmi ini diperlukan kerjasama civitas akademika dan mengacu kepada Visi dan Misi STIKes Imelda. Penerapan sistem penjaminan mutu dilakukan sesuai dengan dokumen manual dan standar yang berisi tentang teknis proses pelaksanaan  penjaminan mutu yang terdiri dari penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP). Dengan model ini maka STIKes Imelda akan menetapkan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai melalui strategi dan serangkaian aktivitas yang tepat. Kemudian, terhadap pencapaian tujuan melalui strategi dan aktivitas tersebut akan selalu di monitor secara berkala, di evaluasi dan dikembangkan kearah yang lebih baik secara berkelanjutan. Dengan model manajemen PPEPP, maka setiap unit dalam lingkungan STIKes Imelda secara berkala harus melakukan proses evaluasi diri untuk menilai kinerja unitnya sendiri dengan menggunakan standar dan prosedur yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi diri akan dilaporkan kepada Ketua STIKes. Terhadap hasil evaluasi diri ketua STIKes akan membuat keputusan tentang langkah atau tindakan yang harus dilakuakn untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu. Melaksanakan SPMI dengan model manajemen PPEPP juga mengharuskan setiap unit dalam STIKes Imelda bersikap terbuka, kooperatif, dan siap untuk diaudit atau diperiksa oleh tim auditor internal yang telah mendapat pelatihan khusus tentang audit SPMI. Audit yang dilakukan setiap akhir semester akan direkam dan dilaporkan kepada pimpinan STIKes, untuk nkemudian diambil tindakan tertentu berdasarkan hasil temua dan rekomendasi dari tim auditor. Semua proses diatas dimaksudkan untuk menjamin bahwa setiap kegiatan penyelenggaraan pendidikan tinggi pada STIKes Imelda terjamin mutunya, dan bahwa SPMI STIKes Imelda pun juga selalu dievaluasi untuk menemukan kekuatan dan kelemahannya sehingga dapat dilakukan perubahan ke arah perbaikan secara berkelanjutan. Hasil pelaksanaan SPMI dengan basis model manajemen PPEPP adalah kesiapan semua prodi dalam STIKes untuk mengikuti proses akreditasi atau penjaminan mutu eksternal baik oleh LAMP.PTKes ataupun lembaga akreditasi asing yang kredibel. Dalam tahap penetapan standar harus mengacu peraturan perundang-undangan dibidang pendidikan tinggi, nilai dasar yang dianut oleh STIKes Imelda, Visi dan Misi dan Tujuan STIKes Imelda, dan hasil studi pelacakan lulusan/ need assessment terhadap pengguna lulusan.  Merumuskan standar dikti harus mengikuti struktur kalimat lengkapdan mengandung unsur ABCD, yaitu Audience ( Subjek), Behaviour ( prediksi), Competence (Objek), dan Degree (keterangan).  


1), 2) STIKes Imelda Medan, Ketua SPMI dan Kepala Bidang Pengendalian Dokumen dan Rekaman Hp: 081375710571,
Email: Labanria@gmail.com
   

  Download Dokumen PDF

Didukung Oleh