Search

DAMPAK PROSES PENJAMINAN MUTU TERHADAP PENGALAMAN DAN MUTU BELAJAR MAHASISWA

Tema : Manfaat yang diperolah Setelah Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi
Author : Evi Lestari Silaban
Email : eviechielaban@yahoo.co.id
Jabatan : Ketua Lembaga Penjaminan Mutu
Insitusi : Akademi Kebidanan Kesehatan Baru Doloksanggul
Alamat :

DAMPAK PROSES PENJAMINAN MUTU TERHADAP PENGALAMAN DAN MUTU BELAJAR MAHASISWA

Evi Lestari Silaban,
 Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Akademi Kebidanan Kesehatan Baru Doloksanggul,
Hp 082276924664, Email :
eviechielaban@yahoo.co.id
 

Dalam meningkatkan mutu secara berkelanjutan, relevansi dan efisiensi layanan Akademi Kebidanan Kesehatan Baru di era global, maka pengelolaan Akademi Kebidanan Kesehatan Baru  membutuhkan Sistem Penjaminan Mutu (SPM). Pusat Penjaminan Mutu Akademi Kebidanan Kesehatan Baru sebagai perangkat penjaminan mutu Akademi Kebidanan Kesehatan Baru dalam mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mengintegrasikan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPMPT), peraturan-peraturan pemerintah RI dan persyaratan akreditasi BAN-PT. Hal ini ditujukan untuk memenuhi Penjaminan Mutu di lingkungan Akademi Kebidanan Kesehatan Baru agar menghasilkan pelayanan yang bermutu dan meningkatkan kinerja Akademi Kebidanan Kesehatan Baru
.
Akbid Kesehatan Baru Doloksanggul menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk menghasilkan sumberdaya manusia dengan keahlian di bidang kesehatan yang dapat disumbangkan sebagai penggerak pembangunan kesehatan bangsa dan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menghasilkan insan profesional yang kritis analitis mengawal pembangunan demi tercapainya masyarakat yang beradab, sejahtera, berkeadilan dan memelihara perdamaian.            
Dalam melaksanakan kegiatannya Civitas Akademika wajib menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai sebagai berikut:
a)    Melayani dengan kasih.
b)    Jujur, bertanggungjawab dan dapat dipercaya
c)    Inovatif, kreatif dan berkarakter.
d)    Professional, beriman dan berwawasan global Sebagai Perguruan Tinggi bidang kesehatan,
Akademi Kebidanan dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
a)   Mengutamakan Mutu dalam memajukan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
b)   Menggunakan cara-cara inovatif dan kreatif dalam pelayanan yang diberdayakan oleh prinsip cinta kasih dengan memberi kesempatan luas bagi berkembangnya inspirasi, inisiatif dan partisipasi civitas akademikanya.
Dampak proses Penjaminan Mutu di tingkat Program Studi sangat positif terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa. Dalam sistem perkuliahan dosen diminta menyusun satuan acara pengajaran (SAP) pada setiap awal semester agar mahasiswa dapat mengetahui materi kuliah yang akan diikuti sekaligus membantu memonitor pelaksanaan perkuliahan selama semester berjalan. Untuk mengikuti ujian akhir semester ditetapkan aturan minimum kehadiran perkuliahan sebanyak 75% dari total perkuliahan dengan syarat jumlah perkulihan minimum 12 kali tatap muka sehingga semua mahasiswa dapat menguasai materi dan lulus ujian. Dalam rangka pengelolaan mutu secara internal maka Program Studi Akbid Kesehatan Baru melakukan evaluasi struktur dan isi kurikulum secara berkala rangka mencari masukan (input) diantaranya mengenai:
1.       Kesesuaian materi kuliah dengan kebutuhan pengguna lulusan.
2.       Kesesuaian kurikulum dengan kompetensi keahlian.
3.       Penyelenggaraan mata kuliah.
4.       Mata kuliah muatannya.
5.       Tugas dan muatannya.
6.       Praktikum dan muatannya.
7.       Praktek lapangan.
8.       Tugas akhir.
Pada proses pembelajaran, materi pembelajaran diharapkan tidak menyimpang dari silabus yang dituangkan dalam  GBPP dan SAP.  Mutu bahan ajar yang digunakan dapat dilihat dengan mengevaluasi pencapaian materi pembelajaran pada :
1.   Materi soal ujian tengah semester dan ujian akhir yang dilakukan oleh masing–masing staf pengajar.
2.   Tingkat keberhasilan mengajar, maka yang menjadi tolak ukur adalah nilai mata kuliah yang diperoleh dan jumlah kelulusan  setiap mata kuliah. Kegiatan pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana pembelajaran yang mengacu pada kalender akademik, jadwal perkuliahan yang sudah direncanakan oleh Program Studi. Akademi menyediakan lembar monitoring untuk kehadiran dosen dan materi perkuliahan yang diisi oleh dosen setiap mengajar. Selain itu akademik juga menyediakan absen kolektif mahasiswa yang diisi oleh mahasiswa pada saat hadir mengikuti kuliah. Untuk mengetahui keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran dapat diketahui dengan memperoleh umpan balik dari setiap dosen pengajar mata kuliah. Evaluasi yang sekarang sudah dilakukan adalah tingkat kehadiran dosen yang merupakan indikator pendukung pada standar mutu yang ditetapkan. Evaluasi ini dilakukan tiap menjelang ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Tingkat keberhasilan dari monitoring dan evaluasi kehadiran dosen mengajar telah tampak karena tingkat kehadiran cukup tinggi (≥ 85%). Monitoring juga dilakukan pada pemasukan Daftar Peserta dan Nilai Akhir (DPNA) yang sangat mempengaruhi proses administrasi akademik semester selanjutnya. Monitoring dilakukan dengan memberikan batas waktu pemasukan nilai. Evaluasi kurikulum dilakukan dengan memonitor penyusunan serta penggunaan GBPP dan SAP.

Evaluasi internal sudah dilakukan dan manfaat yang dirasakan antara lain:
a.   
Evaluasi yang dilakukan terhadap kegiatan dosen dan mahasiswa sangat mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar, sehingga dari hasil evaluasi tersebut terbitlah norma-norma dosen dan mahasiswa. Norma tersebut sudah dilaksanakan antara lain evaluasi terhadap jumlah minimal dosen mengajar dan kehadiran minimal mahasiswa.

b.  
Evaluasi terhadap kemajuan akademik mahasiswa yaitu evaluasi per semester. Evaluasi dilakukan dengan menghimpun mahasiswa yang telah melewati batas evaluasi (jumlah pencapaian SKS mínimum dan IPK) untuk diusulkan ke akademik guna diproses lebih lanjut.
Secara umum manfaat hasil evaluasi diri memberikan gambaran hambatan dan ancaman yang dihadapi oleh Program Studi sehingga memotivasi untuk memperbaiki kinerja Program Studi, dengan melakukan penyempurnaan prosedur administrasi akademik dan penyusunan data administrasi, pelayanan akademik semakin baik, dukungan akan sarana pengajaran, sarana dan prasarana laboratorium, buku-buku referensi, iklim kerja yang meningkat, dan lain-lain. Sedangkan pemanfaatan hasil evaluasi eksternal adalah termotivasinya Program Studi untuk lebih meningkatkan kinerjanya dan mengetahui kelemahan dan ancaman yang harus dihadapi antara lain keinginan untuk meningkatkan akreditasi menjadi lebih baik.

  Download Dokumen PDF

Didukung Oleh