Search

DAMPAK PROSES PENJAMINAN MUTU TERHADAP PENGALAMAN DAN MUTU BELAJAR MAHASISWA

Tema : Strategi Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi
Author : Liliana Puspa Sari
Email : lili.binaguna@gmail.com
Jabatan : Ketua STOK Bina Guna Medan
Insitusi : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna Medan, Ketua STOK Bina Guna Medan
Alamat :

STRATEGI PENERAPAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI SEKOLAH TINGGI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STOK) BINA GUNA MEDAN
Oleh: Liliana Puspa Sari  

A.      Pendahuluan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Naional (UU Sisdiknas) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mulai menerapkan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi secara bertahap. Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi tersebut bertujuan untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh Perguruan Tinggi di Indonesia. Setiap Perguruan Tinggi pada waktu itu harus melaksanakan secara mandiri upaya untuk menjamin mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya karena pada tahun 2003 tersebut karena pada tahun 2003 tersebut UU Sisdiknas mulai memperkenalkan Otonomi Perguruan Tinggi atau Kemandirian Perguruan Tinggi untuk mengelola sendiri lembaganya.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang kemudian diubah dengan PP no. 32 Tahun 2013 dan Perubahan kedua melalui PP no. 13 Tahun 2015 . SNP dapat disebut pula sebagai standar mutu pendidikan tinggi di Indonesia yang harus dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi. Pasal 92 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP mengamanatkan bahwa Menteri Pendidikan Nasional mensupervisi dan membantu perguruan tinggi melakukan penjaminan mutu. Revisi perlu dilakukan agar buku pedoman senantiasa sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi serta perubahan peraturan perundang-undangan dalam bidang pendidikan tinggi di Indonesia. Misalnya buku pedoman tahun 2003 hanya berisi penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan oleh perguruan tinggi masing-masing yang disebut sebagai penjaminan mutu internal. Penjaminan mutu internal adalah penjaminan mutu yang dilakukan oleh institusi perguruan tinggi dengan cara yang ditetapkan perguruan tinggi pelaksana. Parameter dan metoda mengukur hasil ditetapkan oleh perguruan tinggi sesuai visi dan misinya. Dengan menjalankan penjaminan mutu internal, maka institusi pendidikan tinggi sebaiknya melakukan evaluasi internal disebut evaluasi diri secara berkala. Evaluasi diri dimaksudkan untuk mengupayakan peningkatan kualitas berkelanjutan. Penerbitan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi(UU Dikti) mengokohkan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi yang telah dilaksankan sejak tahun 2008 walaupun dengan nama baru yaitu Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi sebagai sebuah sistem tetap mengintegrasikan tiga pilar di bawah ini:
a.      Sistem Penjaminan Mutu Internal yang dilaksanakan oleh setiap Perguruan Tinggi
b.     Sistem Penjaminan Mutu Eksternal atau Akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi atau Lembaga Akreditasi Mandiri
c.      Pangkalan Data Pendidikan Tinggi baik pada aras Perguruan Tinggi maupun aras Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Ketiga aspek ini harus dijalankan bersama-sama oleh Program Studi maupun Perguruan Tinggi. Di beberapa PT yang lebih penting itu SPME atau Akreditasinya. Tetapi SPMI dan pangkalan data-nya kerap dilupakan. Dalam Undang-undang tersebut, proses SPMI harus dilakukan perguruan tinggi minimal setiap setahun sekali. SPMI itu mendorong supaya SPME-nya baik sehingga nantinya penjaminan mutu itu tidak sekadar administratif. Akreditasi bukan sekadar pemeringkatan, tetapi itu adalah upaya pemenuhan standar Perguruan Tinggi. Dengan pengaturan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) di dalam UU Dikti, semua Perguruan Tinggi berkewajiban menjalankan SPM Dikti tersebut dengan modus yang paling sesuai dengan sejarah, visi, misi, mandat, ukuran, budaya organisasi perguruan tinggi yang bersangkutan. Juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan Peraturan Menristek tentang SNPT yang terbaru yaitu Permenristek nomor 44 Tahun 2015. Perguruan Tinggi bernama Sekolah Tinggi  Olahraga & Kesehatan (Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan)Bina GunaMedan. Program Studi nya Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Nomor SK Pendirian PS : 359/SK/PPTS/Kop.I/86, Tanggal SK Pendirian PS: 10 Juli 1986, Penyelenggaraan PS : 10 Juli 1986, Nomor SK Izin Operasional :3752/D/T/K-I/2010, Tanggal SK Izin Operasional:6 September 2010, Peringkat (Nilai) Akreditasi Terakhir:  “ C “, Nomor SK BAN-PT: 118/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2015. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna Medan adalah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang memperoleh perluasan mandat mengelola program studi kependidikan dengan tetap mengutamakan mandat sebagai LPTK. STOK Bina Guna Medan adalah satu-satunya sekolah tinggi yang khusus olahraga yang masih bertahan di Indonesia sampai sekarang ini. Amanah yang di diberikan Almarhum ibunda tercinta kepada saya menjadi semangat saya untuk terus meneruskan cita-cita ibunda saya sebagai kekuatan saya mengelola dengan baik sesuai dengan peraturan yang ada. Ini menjadi tantangan saya sebagai ketua STOK Bina Guna Medan untuk terus menjalankan dan mengembangkan serta memajukan STOK untuk bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainya khususnya di bidang olahraga. STOK Bina Guna Medan Memiliki  satu program studi  yaitu Pendidikan Jasmani kesehatan dan rekreasi(PJKR). STOK diasuh oleh  24 Dosen Tetap yang kualifikasi pendidikan S1 4 0rang(3 orang lagi studi lanjut) dan 20 orang Dosen tetap yang kualifikasi pendidikan S2 serta 12 orang Dosen tidak tetap 11 berkualifikasi S2 dan 1 orang berkualifikasi S3.
         
B.      Strategi Penerapan SPMI Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna Medan
Selaras dengan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi (SPMPT) yang dikeluarkan Ditjen Dikti, Program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna menerapkan sistem penjaminan mutu yang diterapkan program studi dilakukan secara terkoordinasi, komprehensif dan integratif. Penerapan sistem penjaminan mutu di tingkat program studi dilaksanakan oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM)  memiliki fungsi koordinatif dan pendampingan dengan ketua program studi. Pelaksanaan sistem penjaminan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik di Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Gunadiatur secara komprehensif dalam Prosedur Mutu (PM) dan Instruksi Kerja (IK), proses pembelajaran, monitoring pelaksanaan proses pembelajran, evaluasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan. Agar dapat mencapai efisiensi internal dalam  pembelajaran, kepada dosen Program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Gunakhususnya telah diwajibkan untuk melengkapi dokumen perangkat pembelajaran. Kesiapan perangkat ini dimonitoring oleh fungsionaris Program studi danUnit Jaminan Mutu setiap awal perkuliahan di setiap semester berjalan. Pe­rangkat pembelajaran ini selanjutnya diserahkan kepada KDBK untuk mengevaluasi dan merevisinya setiap tahun akademik. Untuk menjamin pelaksanaan perkuliahan dengan baik telah menetapkan mekanisme untuk memonitor, mengkaji, dan mem­perbaiki secara periodik kegiatan perkuliahan, penyusunan materi perkuliahan, serta pe­nilaian hasil belajar. Monitor dilakukan dengan meliputi kehadiran mahasiswa, ke­hadiran dosen dan materi perkuliahan. Pelaksanaan monitoring dilakukan setiap semester dan berkelanjutan pada setiapsemester berjalan.Monitoring dilakukan dengan melibatkan tenga kependidikan, fungsionaris program studi dan mahasiswa (komisaris kelas) dengan rincian  mekanisme sebagai berikut :   Kehadiran Dosen Mekanisme perkuliahan yang diawali dengan monitoring dosen dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh tenaga administrasi dibawah koordinasi sekretaris  program studi sampai dengan di evaluasi setiap semester oleh mahasiswa akan diperoleh informasi tentang kegiatan proses belajar mengajar dosen yang merupakan kegiatan monev yang dilakukan sekretaris Program Studi untuk menjamin kelangsungan dan mutu perkuliahan di Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Proses penjaminan mutu ini dimulai dengan pembentukan dosen bidang ilmu untuk menyiapkan silabus, kontrak kuliah, serta soal-soal ujian. Selain itu juga menentukan dosen-dosen di luar yang mengajar di Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Gunayang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan oleh program studi PJKR.  Setiap dosen yang akan mengajar diminta untuk menandatangani daftar hadir pada tempat yang disediakan. Masing-masing dosen pengampu matakuliah bertanggung jawab memantau kehadiran mahasiswanya dengan selalu memeriksa kehadiran mahasiswa pada setiap berlangsungnya perkuliahan. Dosen diminta untuk menuliskan materi/topik acara perkuliahan pada dokumen yang disediakan pada setiap berlangsungnya perkuliahan. Pada pertengahan semester angket monitoring disebar untuk diisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Angket tersebut merupakan instrumen yang dimaksudkan sebagai alat pantau Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi dalam rangka monev pelaksanaan kegiatan perkuliahan  yang dilaksanakan oleh dosen yang mengajar berdasarkan persepsi mahasiswa. Selanjutnya dikembalikan kepada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi sebagai bahan evaluasi. Materi Kuliah disusun oleh dosen-dosen Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna berdasarkan KDBK (Kelompok Dosen Bidang Kajian). Materi kuliah tersebut disusun tertuang dalam bentuk bahan ajar tertulis, silabus, kontrak perkuliahan, dan RPP.  Pada akhir semester dokumen-dokumen berupa daftar hadir dosen berita acara perkuliahan dan angket monitoring dikumpul melalui tenaga administrasi. Dokumen-dokumen tersebut merupakan bahan penganalisaan mutu kegiatan perkuliahan yang dilakukan pada tiap-tiap rentang waktu antar semester. Sedangkan dokumen-dokumen materi kuliah dari mulai bahan ajar tertulis, silabus, kontrak perkuliahan dan RPP ditelaah melalui rapat dosen KDBK pada tiap-tiap menjelang semester genap. Hasil rekap kehadiran dosen ditampilkan pada setiap rapat program studi yang diadakan pada akhir semester sebagai bahan refleksi diri masing-masing dosen. Kehadiran Mahasiswa Monitoring kehadiran mahasiswa dilakukan pada setiap pertemuan melalui Lembar Absensi Mahasiswa dan Berita Acara Perkuliahan (BAP). Lembar absensi mahasiswa mencakup jumlah mahasiswa perkelas yang mengikuti setiap mata kuliah dan tanggal pertemuan. Dosen mengisi absen kehadiran mahasiswa setiap pertemuan dan memberi tanda keterangan apakah sakit (s), izin (i) atau alpa (a) di masing-masing pertemuan. Lembar Absensi Mahasiswa ini dibawa oleh Komisaris Tingkat (Komting) setiap kelas dan dicek oleh dosen pengampu mata kuliah pada setiap pertemuan. Sedangkan BAP untuk setiap mata kuliah berisi tanggal pertemuan, materi kuliah, jumlah mahasiswa yang hadir/tidak hadir, tandatangan dosen pengampu dan komting disesuaikan dengan kehadiran mahasiswa pada Lembar Absensi Mahasiswa. BAP ini diletakkan di kantor Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Setiap akhir semester, rekap kehadiran mahasiswa dari Lembar Absensi Mahasiswa diminta oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi kepada Komisaris masing-masing kelas dan dievaluasi jumlah kehadiran serta alasan ketidakhadiran. Setelah diperoleh hasil berupa ketidakhadiran yang kurang dari 75% dari jumlah seluruh pertemuan maka sekretaris bersama Ketua Program Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi mengambil tindakan dengan cara membuat surat penggilan kepada orang tua mahasiswa tersebut untuk datang ke Program Studi guna membicarakan masalah ketidak hadiran anaknya yang belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Materi Perkuliahan  Penyusunan materi perkuliahan dilakukan oleh kelompok dosen dalam satu bidang ilmu dengan memperhatikan masukan dari dosen lain dan dari pengguna lulusan dengan mekanisme sebagai berikut :
a.      Penyusunan SAP mengikuti format yang dikeluarkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna.
b.     Melakukan rapat dosen KDBK Menyusun SAP, Handout, dan Diktat Pembelajaran, atau modul praktikum            sesuai dengan format yang berlaku.
c.      Menyusun silabus dan RPP/SAP setiap mata kuliah oleh kelompok dosen dalam satu bidang ilmu dengan memperhatikan pelaksanaan perkuliahan oleh dosen dan mahasiswa pada semester sebelumnya dan juga pengembangan materi bahan ajar bagi pengguna lulusan. Informasi yang diperoleh oleh dosen juga berasal dari eksternal stakeholder.
d.     Mengundang rapat ketua KDBK / Bidang untuk memeriksa kesesuaian SAP, handout, dan diktat pembelajaran, dengan peta jalan kurikulum, silabus, dan GBPP.
e.      Menyimpulkan hasil rapat verifikasi materi pembelajaran, yang disampaikan kepada dosen pembina apabila terdapat koreksi. f.      Ketua Program Studi memeriksa kembali revisi materi pembelajaran, berdasarkan hasil rapat verifikasi materi pembelajaran.
g.     Apabila sudah memnuhi syarat, menyerahkan SAP, handout, dan diktat pembelajaran kepada Ketua Program Studi paling lambat satu minggu sebelum awal pembelajaran. Pengawasan langsung di lapangan dilakukan pada kegiatan kelas, kegiatan lapangan ataupun kegiatan akademik lainnya. Daftar hadir mahasiswa dan dosen digunakan sebagai alat kontrol.Untuk kepentingan pengendalian proses evaluasi, Program Studi mendokumentasikan instrumen tes yang digunakan untuk seluruh mata kuliah. Selanjutnya menugaskan KDBK untuk melakukan review dan perbaikan instrumen untuk perbaikan kualitas perkuliahan di tahun akademik berikutnya. Hasil monitoring kemudian dipaparkan secara berkelanjutan oleh ketua program studi pada evaluasi dan refleksi kinerja dosen pada rapat dosen setiap awal semester. Secara keseluruhan kinerja Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna medan secara akademik dan non akademik dievaluasi oleh Unit Jaminan Mutu Program studi.
 
C.  Penutup
Strategi Penerapan SPMI Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna Medan masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus kami perbaiki secara bertahap, hal ini terbukti kami masih memperoleh nilai “C” untuk akriditasi. Untuk itu kami berharap kepada semua pihak untuk selulu memberikan saran dan masukan serta kritikan kepada lembaga yang saya pimpin untk dapatkami jadikan sebagai motivasi, kekuatan dan insya Allah kami lebih baik untuk masa yang akan datang dan bisa mempeoreh akriditasi “A”. Sebagai ketua STOK Bina Guna Medan masih banyak yang harus saya perbaiki disana sini, terutama dalam strategi penerapan SPMI harus menjadi proritas saya agar standart-stndart yang menjadi penilain dalam akriditasi lebih baik. Sebagai penulis saya juga masih banyak kekurangan, saya masih banyak belajar agar dalam tulisan saya nantinya menjadi lebih baik. Semoga Allah  SWT selalu  memberikan hidayah bagi saya, diberikan kekuatan untuk membangun STOK memjadi lebih baik dan memjadi sekolah tinggi setara dengan perguruan tinggi lainya baik di Sumatera Utara bahkan di Indonesia.

  Download Dokumen PDF

Didukung Oleh